Apakah harus seindah ini kah rokok di Indonesia?
Jujur saya kaget pertama melihatnya. Saya benar-benar tidak mengira bahwa ini adalah sebuah rokok. Tampilannya begitu elegan, lebih cocok di jadikan korek api atau tempat menyimpan peniti. Dan yang paling saya sayangkan, ini adalah kepunyaan papa saya sendiri -__-
Pikiran saya pun mulai mengabur. Kenapa harus ditulis '234' ? Saya jadi ingat film Wirosableng pada jaman saya masih balita. Apakah ini sebuah pelopor icon baru kita Kiansantang? Entahlah. Saya kemudian memikirkan cara memusnahkan sampah bungkus rokok ini. Tidak lucu dan imut untuk dijadikan recycle hasta karya, tidak pula pantas untuk di bakar. Lalu? Silakan apabila Anda akan membuat desertasi atau skripsi, saya rekomendasikan rubrik ini untuk bahan penelitian lanjutan
Semoga berhasil xoxo!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar